Yang pernah tinggal di suatu tempat pasti pernah dan merasakan. Memang ini sedikit asing bagi sebagian teman-teman karena kita tidak semuanya menimba ilmu di tempat yang sangat sakral ini. Pondok pesantren modern, ya, Pondok Pesantren Modern sangat mengaplikasikan istilah ini. Karena kita disana di bentuk untuk menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Anak manja tidak bisa tinggal disana dalam jangka waktu yang lama. Teman, Aku pernah merasakan selama 4 tahun kurang lebih, pondok yang Aku tempati adalah pondok yang dari awal sangat aku inginkan , yaaa memang sih sebenarnya bukan Al Jauhar pondok prioritasku.
Aku ingin menimba ilmu di salah satu pondok pesantren jawa tengah, Solo lebih tepatnya. tapi karena banyak pertimbangan, melihat kedua orang tua meragukan kemampuanku untuk belajar lebih jauh dari kampung halaman, singkat cerita Aku masuk Pondok Modern Al Jauhar, di kota Duri, 3 jam dari rumahku. Tidak terlalu jauh sih sebenarnya, tapi untuk ukuran anak berumur 15 tahun itu adalah tempat yang jauh dan membuat hati rindu dengan suasana rumah, masakan rumah, dan teman-teman di kampung.
Aku ingin menimba ilmu di salah satu pondok pesantren jawa tengah, Solo lebih tepatnya. tapi karena banyak pertimbangan, melihat kedua orang tua meragukan kemampuanku untuk belajar lebih jauh dari kampung halaman, singkat cerita Aku masuk Pondok Modern Al Jauhar, di kota Duri, 3 jam dari rumahku. Tidak terlalu jauh sih sebenarnya, tapi untuk ukuran anak berumur 15 tahun itu adalah tempat yang jauh dan membuat hati rindu dengan suasana rumah, masakan rumah, dan teman-teman di kampung.
Di al jauhar kita dibiasakan untuk hidup sederhana, dan bahkan sangat sederhana. Jadi tidak heran jika kita masuk di awal berjumlah 200 santri, 6 tahun kemudian kita hanya bisa melihat santri yang khataman hanya sekitar 50 orang. Pengalaman selama menjalani kehidupan di pondok sangatlah banyak dan istimewa itu akan menjadi cerita kita ketika kita menjadi seorang guru atau orang tua.
Memiliki teman dengan berbagai daerah, watak, kebiasaan, suku, bahkan tingkah laku. Aku memiliki teman yang nyaris berlawanan dengan kebiasaan di pondok, yang meskipun itu adalah warna-warna dalam kehidupan ini. dan hal yang paling istimewa sekali adalah ketika kita memiliki guru yang sangat berkesan, penyayang, penyabar, dan memiliki marwah seorang guru. apalagi wali kelas kami, Ustadzah Sri Andriani Hamid namanya.
Beliau adalah alumni Gontor putri 1. sangat istimewa teman, semangatnya tidak bisa di bandingkan dengan semangat kita, yaaa akhirnya kita terbawa dengan suasana beliau yang cerah dan semangat.
Memiliki teman dengan berbagai daerah, watak, kebiasaan, suku, bahkan tingkah laku. Aku memiliki teman yang nyaris berlawanan dengan kebiasaan di pondok, yang meskipun itu adalah warna-warna dalam kehidupan ini. dan hal yang paling istimewa sekali adalah ketika kita memiliki guru yang sangat berkesan, penyayang, penyabar, dan memiliki marwah seorang guru. apalagi wali kelas kami, Ustadzah Sri Andriani Hamid namanya.
![]() |
Kelas 6 KMI |
Beliau adalah alumni Gontor putri 1. sangat istimewa teman, semangatnya tidak bisa di bandingkan dengan semangat kita, yaaa akhirnya kita terbawa dengan suasana beliau yang cerah dan semangat.
Kembali ke awal, terpaksa, dipaksa, terbiasa, jadi bisa. kami sangat dipaksa, yang paling Aku tidak suka adalah makan dengan waktu yang sangat terbatas, di pondok kami , makan setelah Maghrib jadi ketika pembina membolehkan kami untuk keluar masjid, maka yang kita lihat adalah santri berlarian seperti perlombaan. tidak menghiraukan apakah mereka di lihat atau tidak, seluruh santri berlari kecuali aku, aku adalah santri yang malas sekali berlari , karena posisi kami ketika itu adalah kakak kelas, 1 SMA, di asrama kami adalah paling senior, karena teman sekamar kelas 1 SMP
Seluruh santri berlari berlomba untuk mendapatkan antrian paling depan padahal semuanya sama akan mendapatkan lauk dan nasi yang sama, hanya berbeda waktunya. nah disini kesalahanku, karena aku dan teman -teman tidak mau berlari akhrnya waktu yang kami punya sangat sedikit. Ketika sudah memasuki dining hall pembina menunggu kami, ketika azan sudah berkumandang, yang ada kami di usir dan di suruh berlari sekencang-kencangnya, kita tidak bisa berjalan teman, karena jika kita berjalan, kita akan di anggap meremeh, yah.MEREMEH adalah pelanggaran yang paling besar dan sangat di benci oleh pembina./
Seluruh santri berlari berlomba untuk mendapatkan antrian paling depan padahal semuanya sama akan mendapatkan lauk dan nasi yang sama, hanya berbeda waktunya. nah disini kesalahanku, karena aku dan teman -teman tidak mau berlari akhrnya waktu yang kami punya sangat sedikit. Ketika sudah memasuki dining hall pembina menunggu kami, ketika azan sudah berkumandang, yang ada kami di usir dan di suruh berlari sekencang-kencangnya, kita tidak bisa berjalan teman, karena jika kita berjalan, kita akan di anggap meremeh, yah.MEREMEH adalah pelanggaran yang paling besar dan sangat di benci oleh pembina./
![]() |
Kelas 5 KMI |
Tapi dengan kita di paksa untuk makan cepat, ganti pakaian cepat, bangun tidur pergi ke masjid cepat, yang kita dapatkan adalah menggunakan waktu sangat baik dan disiplin. Aku sangat merasakan sekali yaa meskipun pada saat prosesnya terjadi kita tidak menyukainya, tidak menyukai sekali. Tapi kami ketika itu yakin bahwa apa yang kami rasakan saat itu adalah pendidikan dan proses pembentukan kepribadian kami agar menjadi manusia yang mandiri dan berguna bagi manusia di manapun kami berada.
Singkat cerita apa yang kami inginkan dan bayangkan serta harapkan setahap demi setahap selangkah demi langkah kami rasakan semua. sekarang teman-teman sudah bertebar di segala penjuru daerah yang mana itu bukan tempat mudah dan nyaman. Tapi meskipun demikian kami dapat menjalaninya karena ada proses tadi itu. Menjalani hidup meskipun makan susah itu bukan hal baru bagi kami, sudah menjadi sahabat yang tidak bisa di lupakan, memiliki masalah yang banyak dan bercabang dalam satu waktu itu adalah kebiasaan kami ketika di pondok. Dan dengan pengalaman yang kami miliki, akhirnya kami dapat menyelesaikan masalah itu dan mendapatkan pelajaran yang berharga.
Terpaksa untuk hal yang baik itu positif teman, terpaksa untuk menjalankan ibadah, itu baik, terpaksa membantu orang, terpaksa belajar, terpaksa bekerja, terpaksa lelah, itu adalah pembentukan diri kita. Jadi bagi teman-teman yang belum merasakan kehidupan yang dipaksa, maka bersiap-siaplah menerima sesuatu yang mengejutkan. Dengan kita terbiasa untuk dipaksa akhirnya menjadi kebiasaan dan bisa, hingga pada suatu waktu kita melakukan hal yang sulit tapi bisa dan tidak perlu dipaksa. Karena kebiasaan itu tadi, kita menjadi bisa.
Aku sangat merindukan suasana di pondok yang membuatku menjadi manusia sejati. Ini adalah kesempatan yang paling berharga bagiku. Aku ingin menjadi bagian dari kehidupan yang berarti. Pondok mengajarkan kepadaku arti dari kehidupan yang sesungguhnya. Betapa tidak, semua yang ada di pondok ini adalah kegiatan yang sudah di skenariokan oleh para asatidzah di pondok untuk membuat kami bisa belajar arti dari kehidupan. Mengantri makanan contohnya, aku sangat banyak menemukan makna kesabaran, keikhlasan, kebersamaan, dan itu semua sangat dibutuhkan bagi segala lini kehidupan manusia.
Terutama sahabat-sahabatku Diamond Generation, mereka adalah alasanku untuk bisa bertahan selama menjadi santri. Mereka adalah alasanku tenaga-tenaga dan segala peluhkuharus aku keluarkan segalanya agar bisa menjadi alumni seorang Jauhari. Ah, sahabat Diamond adalah sekumpulan manusia yang lucu, menjengkelkan dan menggemaskan. Semua topik pembicaraan akan menjadi point yang di debatkan selalu membutuh waktu panjang. Ah, mereka adalah manusia yang membuatku tertawa terbahak-bahak
Aku sangat merindukan suasana di pondok yang membuatku menjadi manusia sejati. Ini adalah kesempatan yang paling berharga bagiku. Aku ingin menjadi bagian dari kehidupan yang berarti. Pondok mengajarkan kepadaku arti dari kehidupan yang sesungguhnya. Betapa tidak, semua yang ada di pondok ini adalah kegiatan yang sudah di skenariokan oleh para asatidzah di pondok untuk membuat kami bisa belajar arti dari kehidupan. Mengantri makanan contohnya, aku sangat banyak menemukan makna kesabaran, keikhlasan, kebersamaan, dan itu semua sangat dibutuhkan bagi segala lini kehidupan manusia.
Terutama sahabat-sahabatku Diamond Generation, mereka adalah alasanku untuk bisa bertahan selama menjadi santri. Mereka adalah alasanku tenaga-tenaga dan segala peluhkuharus aku keluarkan segalanya agar bisa menjadi alumni seorang Jauhari. Ah, sahabat Diamond adalah sekumpulan manusia yang lucu, menjengkelkan dan menggemaskan. Semua topik pembicaraan akan menjadi point yang di debatkan selalu membutuh waktu panjang. Ah, mereka adalah manusia yang membuatku tertawa terbahak-bahak
0 Komentar